LENSAINDONESIA.COM : Bisnis servis ponsel di tanah air masih berpotensi besar hingga 80 persen. Bagaimana tidak? Faktanya, saat ini jumlah pengguna ponsel di Indonesia sudah melebihi populasi penduduk  yang kini berjumlah sekitar 230 juta jiwa.

Hal ini terbukti dengan adanya pengunaan jumlah SIM Card dari operator selular yang rata-rata pengguna ponsel menggunakan lebih dari satu operator. Maka tak ayal lagi jika potensi untuk menerjuni bisnis servis ponsel ini sangat menjanjikan terutama bagi yang masih ingin mendapatkan lapangan pekerjaan.

“Alhamdulillah untuk bisnis servis ponsel masih sangat bagus potensinya hingga saat ini, sebab melihat banyaknya jumlah ponsel / HP yang beredar saat ini bisa jadi hampir melebihi jumlah penduduk Indonesia. Saya optimis potensi tersebut masih besar hingga mencapai 80 persen karena dilihat dari perkembangan teknologi selular yang beredar saat ini,”, ujar Dedy Suryadi ST, Owner Pelatihan Ponsel Training Centre Plus (+) Surabaya, saat diwawancarai (08/10).

Berbicara pendapatan, Dedy mengatakan hal tersebut bergantung pada setiap toko atau konter masing-masing, jika sudah banyak menangani servisan ponsel maka dapat dipastikan lebih banyak pendapatan, namun menurut batasan pendapatan sesuai pengalamannya para teknisi ponsel memperoleh income paling minim per hari bisa mencapai Rp.300.000,-, angka yang cukup lumayan.

Lantas, bagaimana dengan investasinya? Sebab untuk mendirikan sebuah konter servis ponsel menurut instruktur software pelatihan PTC Plus (+) tersebut mencapai angka sekitar Rp 50 juta. Dan itu pun sudah level konter ponsel professional.

Dedy juga menghimbau, bagi yang berkeinginan menerjuni bisnis ini namun belum ada budget investasi sebesar nominal di atas, maka bisa disiasati mengikuti pelatihan teknisi ponsel lalu bergabung dengan servis center atau konter servis center untuk menimba pengalaman maupun menjadi karyawan sementara. Kemudian jika telah memiliki modal, maka bisa pelan-pelan membangun servis ponsel rumahan menyesuaikan budget investasi.

“Alhamdulillah untuk masalah harga atau ongkos service (Jasa) menurut saya tak bisa dinilai berapapun angkanya, untuk itu standarisasi harga service tak bakal ada. Sebab semua tergantung kebijaksanaan setiap konter, harga tak bisa dijadikan ukuran pada usaha bidang jasa atau Service Center. Jadi masalah banting harga sebenarnya tak jadi masalah ketika konter tersebut membangun Profesional sistem kerja. Kualitas dan layanan ditingkatkan serta yang paling penting adalah Kepercayaan dihadirkan untuk pelanggannya”, pungkas Dedy.

PTC Plus (+) Surabaya merupakan lembaga pelatihan teknisi ponsel yang sudah mencetak ratusan teknisi ponsel tersebar di Indonesia. Materi di dalmnya berisi edukasi tentang Teknis Handohone baik itu software dan hardware secara profesional,detail dan lugas untuk pemula (Basic) hingga Expert.

Sumber : Lensa Indonesia

https://www.lensaindonesia.com/2014/10/08/bisnis-servis-ponsel-berpotensi-80-persen-di-indonesia.html