SURABAYA – Pengguna ponsel di tahun 2013 diprediksi bakal mengalami peningkatan seiring pesatnya perkembangan teknologi. Hanya saja, pertumbuhan tersebut tidak diimbagi dengan jumlah teknisi telepon seluler.

Direktur Lembaga Pelatihan HP, PTC Plus Dedy Suryadi mengatakan, jumlah teknisi HP saat ini sangat minim. Padahal idealnya jika setingkat kelurahan pemakai ponsel sekitar 300 pengguna maka ada 4 konter yang akan melayani 75 orang. “Jumlah teknisi ponsel di Indonesia tidak akan mampu mengatasi jumlah kerusakkan ponsel,” kata Dedy di Surabaya, Jumat (28/12/2012).

Ia mencotohkan, dalam beberapa kasus misalnya, ketika ponsel warga Mataram atau Manado rusak maka harus menginap berhari-hari di service center. Parahnya lagi, ketika peralatan di service center tidak mencukupi maka ponsel bisa dipastikan akan dibawa ke Jakarta. Tentunya membutuhkan waktu yang sangat lama lagi.

Kondisi tersebut seharusnya tidak akan terjadi ketika sumber daya manusia (SDM) teknisi Handphone cukup memadai dan tersebar hingga ke pelosok daerah. Teknisi tersebut terbagi menjadi dua yakni, teknisi Software dan hardware.

“Untuk memperbaiki kerusakan Ponsel yang tidak terlalu parah  seperti kerusakkan Software tidak perlu menunggu berhari-hari,” katanya.

Dedy juga mengatakan, kondisi tersebut tentunya membuat peluang bisnis untuk teknisi handphone baik Software maupun Hardware. Kondisi inilah yang direspon oleh pelaku bisnis teknisi ponsel dengan harapan mencetak teknisi baru yang handal dan mampu memperbaiki kerusakan ponsel sendiri.

Saat ini yang paling urgent adalah teknisi Software. Alasannya, software ini adalah otak yang menjalankan fungsi sebuah ponsel. “Istilah seperti Flashing, Firmware, Upgrade OS, Red Blink, dan lain-lain tentu masih cukup awam bagi khalayak ramai, namun dengan sedikit pemahaman dan praktek, istilah diatas bakal menjadi sebuah keseharian,” jelasnya.

Memahami teknik software sebenarnya cukup mudah, syarat yang paling mutlak adalah “familiar dengan system operasi computer” Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa interoperabilitas PC dan Ponsel sudah menjadi satu kesatuan.

Untuk melakukan repair software, diperlukan perangkat PC. Terlebih dukungan Alat Flasher yang juga menggunakan system operasi windows sebagai basis system operasi. Mempelajari software ponsel, memang butuh waktu dan pengetahuan yang cukup.

Sumber : www.okezone.com

https://techno.okezone.com/read/2012/12/28/57/738287/teknisi-handphone-di-indonesia-masih-minim